TARI INDANG BADINDIN

 

Tarian Indang Badindin atau disebut Indang Minangkabau dipercaya sudah ada sejak abad ke 14 pada jaman penyebaran agama Islam di Sumatera Barat. Gerakan para penari dengan membungkukkan badan sambil berlutut bersamaan menjadi ciri khas tari Indang. Tari Indang Badindin dilakukan sebagai penghormatan kepada Allah dan terkenal di daerah Padang Pariama. Tarian tradisional ini menggunakan rebana sebagai alat musik pengiringnya.

Tari Indang umumnya dimainkan oleh 14 orang, 13 penari dan 1 orang sebagai tukang dzikir. Tujuh penari diantaranya adalah laki-laki, yang kemudian disebut sebagai ‘anak indang‘. Anak indang akan dibimbing oleh guru yang disebut tukang dzikir sebelumnya. Tari Indang berdurasi cukup pendek yaitu sekitar 30 menit.